Monday, October 12, 2009
好久不见! :D @ 9:05 PM
Sebenarnya pengen pake bahasa Inggris, tapi karena masih cupu jadi nggak berani pake dulu deh. Pake bahasa Indonesia aja biar aman LOLHey, long time no see!
Setelah sebulan akhirnya gue punya kesempatan buat nulis lagi di sini.
Sebelum datang ke sini gue tau blogger di-block, tapi dibuka lagi.
Pas gue mau buka beberapa waktu lalu ternyata nggak bisa.
Padahal waktu itu lagi pengen banget nulis, pengen share dan pengalaman gue di sini.
Akhirnya nemu free proxy juga buat buka site-site yang di-block di sini, jadilah sekarang gue nulis.
Oya, sebelum mulai cerita,
I'm officially one month in Guangzhou! :DSeperti yang sudah dibilang, gue di sini sudah satu bulan 3 hari.
Selama sebulan itu banyak kejadian yang gue alami. Sedih, stres, kangen, seneng, bahagia, dll.
Butuh perjuangan berat untuk membiasakan diri di sini.
Nggak tau gue yang terlalu gimana atau apa, gue ngerasa gue adalah orang yang PALING susah adaptasi di antara teman-teman Indo yang berangkat bareng.
Sampai di sini, gue homesick hampir dua minggu, puncaknya di minggu kedua.
Di saat gue mulai membiasakan diri, datanglah kejadian yang bikin gue down lagi.
My grandpa has passed away.
Kakek gue (biasa panggilnya kung kung) meninggal di saat gue nggak ada di samping dia.
Kung kung pergi dijemput Tuhan tanggal 19 September 2009 dengan tenang dan bahagia.
Salah satu sisi gue bahagia kung kung meninggal dalam kondisi dia udah terima Tuhan, salah satu sisi gue menyesal nggak sempet pamitan sama dia.
Feeling gue pas hari itu memang nggak enak, ada sesuatu yang mengganjal.
Dan ternyata benar saja... 09:37 pagi ada sms dari papa.
"Che kung2 sdh dipanggil Tuhan. Kamu tenang aja ya dan berdoa baik buat kami dan keluarga lainnya.
Reaksi gue saat itu cuman bisa tutup mulut dan nggak percaya.
Gue minta papa telpon dan papa nangis di telpon.
Badan gue langsung lemes, pengen ambruk rasanya.
Gue ke kamar Jia Jia (who's she? I will tell you ^^) dan bilang:
"Jia, kung kung gue meninggal..."
Dia langsung kaget dan tanpa dikomando gue langsung nangis di depan dia.
Sebelum nangis gue masih sempet ketawa-ketawa karena gue pikir gue bisa kuat di depan dia. Ternyata memang nggak bisa. Gue nggak pinter menyembunyikan perasaan kok.
Padahal hari itu gue pikir bisa senang-senang, cause it was Saturday, that was my first weekend in Guangzhou.
Seharian gue menyembunyikan semuanya, di setiap kesempatan kalau lagi diem sendiri... tiba-tiba air mata udah menggenang. Sekali lagi,
gue nggak pinter menyembunyikan perasaan. Jujur gue bingung sama diri gue sendiri pada saat itu. Gue berusaha kuat... berusaha banget.
Berusaha untuk nggak homesick lama-lama, berusaha untuk adaptasi, berusaha untuk nggak nangis ketika bangun pagi dan mikirin rumah, berusaha untuk nggak jadi anak
cengeng, berusaha untuk semuanya.
Tapi kenapa ketika gue udah mulai bisa menerima keadaan, gue harus terima sebuah kejadian yang susah gue terima?
Gue tanya sama Tuhan, gue doa tiap hari sama Tuhan. Gue nggak nyalain Tuhan sama keadaan gue, gue cuman minta kekuatan lebih sama Tuhan waktu itu (dan sampai sekarang).
Dan pada akhirnya Tuhan memang tau apa yang dibutuhkan anakNya.
Dia beri keluarga yang hebat, keluarga yang kuat dan back up gue 100%. Dia beri teman-teman yang hebat buat gue di sini, teman-teman yang support gue dari belakang.
Thanks God for everything GREAT!
And now, gue udah terbiasa BANGET hidup di sini. Bangun pagi dan pengen nangis?
Sorry yeaaa... udah nggak tuh LOL XD
*sombongbangeeeeetluu*
Semuanya nggak mungkin kayak gini kalau nggak ada campur tangan Tuhan dalam hidup gue.
Gue ngerasa makin deket sama BABE sendiri semenjak gue di sini.
Dan gue haraaaaap banget gue nggak menjauh lagi dari DIA.
Sekali menjauh, wew... bahaya banget.
Jangan sekali-kali deh menjauh dari BABE sendiri.
Cerita ini kisah nyata bukan hasil rekayasa.
You read it.
^^
Pengen share fotoooooooooooo... dan cerita tentang teman-temanku di sini.
Later yea! :D♥ Weggie
23:13